Image default
Business

Indikator Industri Manufaktur Positif

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan, indikator yang berkaitan dengan sektor industri manufaktur tahun ini mengalami titik yang positif.

“Kalau kita lihat per hari ini saja, semua indikator yang berkaitan dengan sektor industri manufaktur itu sudah mengalami titik yang positif,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita seusai kunjungan kerja ke Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMK-SMTI) Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu (19/5/2021) sebagaimana dikutip dari Antaranews.com.

Ia mencontohkan, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur pada April 2021 sudah mencapai 54,6 poin dan menjadi yang tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia sejak IHS Markit sebagai lembaga survei mengeluarkan PMI manufaktur.

“Dan 54,6 poin itu sebetulnya angka yang sangat baik, tapi juga di mata Kemenperin yang lebih penting adalah angka di atas 50 itu menunjukkan bahwa sektor industri di negara tersebut, sedang atau sudah mengalami atau dalam suasana atau kondisi ekspansif,” kata politisi Partai Golkar itu.

Menurut dia, Indonesia sudah enam bulan berturut turut dengan angka PMI manufaktur di atas 50 dan yang disampaikan 54,6 poin pada April tersebut lebih tinggi dari seluruh negara-negara di ASEAN, serta lebih tinggi dari China.

Menperin juga mengatakan ekspor di sektor industri manufaktur tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu justru meningkat. Begitu juga dengan investasi sektor industri manufaktur tahun ini juga meningkat dibanding tahun lalu.

“Ini indikator-indikator yang menunjukkan bahwa pelaku usaha dalam sektor industri manufaktur ini sudah ada confidence, optimis, dan PMI itu salah satu cara kita melihat optimisme dari industri di mana mereka sudah mulai mencari bahan baku,” kata Menperin.

Jadi, lanjut Menperin, semakin tinggi industri mencari bahan baku pada waktu tertentu, artinya industri sudah menggeliat dan Kemenperin akan mengupayakan semua bahan baku industri bisa didapat dari dalam negeri.

Menperin mengatakan pandemi COVID-19 tidak bisa diprediksi kapan berakhir, sehingga yang harus dilakukan adalah selalu siap. Bahkan, lanjutnya, kalau bisa menjaga rate positive di Indonesia yang sudah bagus pada April, maka pertumbuhan ekonomi melalui pertumbuhan sektor industri manufaktur akan sangat baik.

“Jadi ada relevansi atau hubungan yang tidak bisa terpisahkan antara penanganan COVID-19 dengan pertumbuhan ekonomi di sektor industri, tapi kita tentu juga mempersiapkan opsi-opsi kebijakan untuk bisa membantu sektor industri manufaktur bisa bertahan dalam kesulitan,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.

Related posts

Usaha Rintisan TaniHub Ekspor Semangka Perdana ke UEA

william

Permintaan komponen-komponen mesin pertanian menguat di Italia

william

EIMA International 2021: Pameran Dengan Tema “Hijau”

william