Image default
Agriculture Business

Pria Ini Kaya Raya dari Bisnis Tanaman Kaktus

Aldy Ridwan meninggalkan pekerjaannya di sektor minyak dan gas dan memilih menjadi petani kaktus (cactaceae) di Lembang, Bandung Barat. Pilihannya itu ternyata tidak salah dan terbukti menjadi kaya raya dari bisnisnya itu.

Kini ia menjadi eksportir tanaman hias kaktus ke sejumlah negara dengan omset selangit karena per pohon bisa dijual dengan harga puluhan juta.  Sebulan ia bisa meraup ratusan juta rupiah.

Karena itu, ia tidak pernah menyesali keputusannya meninggalkan posisi sebagai spesialis di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang gas alam.

Aldy yang lulus dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang itu mengaku sangat tertarik menggeluti tanaman kaktus karena harga jual di pasar ekspor terbilang mahal. Bisnis ini dianggapnya sangat menjanjikan. Apalagi permintaan dari luar negeri hampir setiap bulan selalu ada.

Dan, kisah sebagai eksportir kaktus dimulainya sejak 2015 dengan tujuan ke beberapa negara di dunia.

“Kami punya koleksi kaktus, koleksi saya ini cukup langka dan unik, sehingga harganya mencapai puluhan juta rupiah, namun kalau yang di ekspor ke beberapa negara itu harganya di kisaran 5 – 10 USD,” katanya sebagaimana dikutip dari website Kementerian Pertanian, Pertanian.go.id.

Hingga kini, ia merambah sejumlah negara di beberapa benua. “Ya, Alhamdulillah, kaktus ini sudah kita ekspor ke Australia, USA, Kanada, Filipina, Thailand, Singapura, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Afrika Selatan, dan Inggris. Dalam waktu dekat (30 April 2021) ini kita akan ekspor ke Rusia sebanyak 1.836 pcs senilai $7.324, atau Rp 102,5 juta dan bulan depan (Mei 2021) kita akan ekspor ke Australia 1.300 pohon,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, omset yang dihasilkan dari penjualan kaktus memang tak menentu. Namun karena konsumennya merupakan menyuka tanaman yang sudah berbentuk komunitas atau paguyuban, maka penjualan kaktus ini tetap bagus.

Aldy tak menyangkal jika di era pandemi Covid-19 ini memang penjualan offline (luar jaringan atau luring) menurun, namun penjualan secara online (dalam jaringan atau daring) justru meningkat hingga 500 persen.

Terkait perawatan, Aldy mengungkapkan bahwa pemeliharaan kaktus cukup gampang karena tanaman ini terbilang gampang tumbuh.

“Kaktus ini termasuk tumbuhan yang gampang perawatannya, paling disiram itu yah seminggu sekali, air yang dibutuhin juga nggak banyak-banyak, terus proses packaging produknya juga tidak sulit,” bebernya.

Pujian

Lebih jauh, CEO CV Istana Bunga Kaktus itu juga merasa senang bisa merangkul para petani milenial di lingkungan sekitar, mengajarinya bertanam, perawatan, hingga mekanisme ekspor. Kini beberapa anak muda yang pernah belajar dengan Aldy itu usahanya sudah mandiri dan bisa ekspor. Bagi Aldy, kesuksesan petani milenial di wilayahnya untuk merambah pasar ekspor adalah impiannya sejak dulu.

Kerja keras dan kesuksesan Aldy mendapat pujian dari Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto. Prihasto melihat bahwa banyak sekali petani milenial yang akhirnya memilih bertani daripada menjadi karyawan.

“Anak milenial itu kan tidak suka diarahkan, atau mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja. Jadi, dia itu ingin bebas berkarya, mengerjakan apa yang dia sukai. Apalagi dia menguasai teknologi, sehingga dunia pemasaran digital, itu sudah mainan merekalah. Makanya ekspor komoditas pertanian itu kan hampir dikuasai anak-anak muda,” terangnya.

 

 

Related posts

BKT Luncurkan Skid Max SR-Skidder Tires – Ban Radial untuk Loader & Telehandler

william

Siasat Satrindo Mitra Saat Sawit Lagi Lesu

william

Komitmen Cepat dan Pasti Trakindo Untuk Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

william