Image default
Technology News

Industri 4.0 Bekontribusi Besar bagi PDB Indonesia pada 2024

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan, industri 4.0 akan berkontribusi besar bagi produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2024. Angkanya pun tidak main-main, yaitu 133 juta dolar Amerika Serikat.

Indonesia juga akan masuk pada 10 kekuatan ekonomi besar dunia pada 2030 berkat kemajuan industri ini. Sebab, sekarang saja, Indonesia menjadi negara terbesar keempat di dunia yang penduduknya terhubung dengan layanan internet dengan jumlah 185 juta.

“Ekonomi digital dan industri 4.0 Indonesia tercepat di Asia Tenggara. Indonesia memiliki startup sekitar 2.193, kelima terbesar di dunia. Indonesia memiliki 5 unicorn dan Indonesia bahkan telah memiliki 1 decacorn,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya secara virtual pada pembukaan Hannover Messe 2021 dari Istana Negara, Jakarta, Senin (12/4/2021) dikutip dari situs Sektretariat Negara, Setneg.go.id.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menegaskan, untuk mewujudkan pengembangan industri 4.0, maka fokus utama dan sekaligus kekuatan utama Indonesia adalah bonus demografi yang akan memperkuat SDM Indonesia.

“Pertama, di era industri 4.0, penguatan SDM adalah kebutuhan. Indonesia memiliki bonus demografi. Pada tahun 2030 jumlah usia produktif di Indonesia tumbuh dua kali lipat,” kata Presiden.

Namun, tantangan yang harus dihadapi ialah bagaimana menyiapkan SDM dalam jumlah besar tersebut untuk mampu menghadapi tantangan digital di masa mendatang.

Presiden Joko Widodo meyakini, Jerman dapat mendukung penguatan SDM Indonesia melalui kerja sama pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi.

Hal kedua dalam peta jalan tersebut ialah penciptaan iklim investasi yang mendukung pengembangan industri 4.0. Kepala Negara mengatakan bahwa pembenahan iklim investasi membutuhkan pembenahan reformasi struktural.

“Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja adalah salah satunya. Undang-Undang Cipta Kerja ini akan mempermudah izin usaha, memberikan kepastian hukum, dan memberikan insentif. Undang-Undang Cipta Kerja juga memberikan insentif bagi ekonomi digital dan mendukung pengembangan industri 4.0,” imbuhnya.

Ketiga, Indonesia akan berinvestasi pada pembangunan hijau yang menurut World Economic Forum memiliki potensi bisnis sebesar USD10,1 triliun dengan peluang pembukaan 395 juta lapangan kerja baru hingga 2030 mendatang.

Berbagai terobosan telah dilakukan Indonesia dalam sektor tersebut. Di antaranya pengembangan biodiesel dari kelapa sawit hingga penerapan pembangkit listrik tenaga surya atap di sektor rumah tangga.

Related posts

John Deere kembangkan software TimberManager untuk masukkan data dari Waratah H-16 Measuring System

william

Deere Rilis Traktor 7R 350 Baru

william

Manfaatkan Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Produksi Jagung

william