Image default
Agriculture

Syahrul Yasin Limpo Pimpin Panen Raya Padi di Karawang

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Jumat (2/4/2021) lalu memimpin panen raya padi di Desa Telarsari, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Mentan hadir bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi serta jajaran Bulog dan unsur lainya untuk memastikan kontribusi pangan dari Karawang berjalan dengan baik.

“Karawang itu adalah Kabupaten terbaik di bidang pertanian. Karena itu saya berharap kepada semua yang terkait untuk melakukan penyerapan gabah secara baik, sehingga kita bisa menjaga harga dengan stabil,” ujar Syahrul Yasin Limpo sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Pertanian, Pertanian.go.id.

Masa panen raya, kata dia, harus bisa dijadikan momentum yang pas dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta membangun sektor pertanian yang berkelanjutan. Dia berharap, Kabupaten Karawang menjadi lokomotif atas peningkatan produksi padi di Provinsi Jawa Barat.

“Saya ingin mengatakan bahwa besok Karawang adalah contoh yang baik dari sisi produksi maupun serapan gabah. Saya berharap daerah lain juga menjaga produktivitas seperti ini, sehingga nantinya bermuara pada kesejahteraan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi mengapresiasi kinerja jajaran Kementan yang berhasil menjaga produksi padi selama musim tanam 2020 dan musim panen 2021. Meski demikian, Demul, begitu sapaan akrab Dedi Mulyadi meminta Bulog segera melakukan penyerapan secara maksimal.

“Pak menteri pertanian (Syahrul Yasin Limpo) ini sangat konsen membela petani, sampai-sampai berjibaku dengan terik matahari. Tepuk tangan dong untuk pak menteri,” kata politisi Partai Golkar tersebut yang disambut gemuruh tepuk tangan para petani.

Pria yang juga pernah maju sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat itu menambahkan, sejauh ini permintaan petani hanya ingin kondisi harga gabah di lapangan berjalan stabil. Karena itu, perlu adanya perhatian serius, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan unsur lainya yang terlibat dalam proses produksi dan penyerapan.

“Makanya Komisi IV meminta kepada Kementan dan jajaran stakeholder lainya untuk menjaga harga gabah ini agar para petani senang. Mereka kan tidak neko-neko mintanya, hanya ingin harga gabah berada di angka 7.500. Tentu ini bisa dilakukan jika semua pihak bergerak bersama,” tutupnya.

 

Related posts

Expansi Produk Snorkel di bauma China 2020

william

Manfaatkan Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Produksi Jagung

william

Hasil Suvei, Masyarakat Mengapresiasi Kinerja Kementerian Pertanian

william