Image default
Technology News

Jokowi Minta BPPT Aktif Berburu Inovasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT aktif berburu inovasi dan teknologi untuk dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan.

Pasalnya, ribuan peneliti baik di pemerintahan, swasta, maupun para inovator lainnya di tengah masyarakat, memiliki banyak temuan yang apabila dikembangkan lebih lanjut akan dapat diterapkan bahkan memasuki tahap komersialisasi.

Dikutip dari Setneg.go.id, Selasa 9 Maret 2021, selama pandemi Covid-19, Kepala Negara melihat adanya akselerasi inovasi tersebut, khususnya di bidang kesehatan seperti ventilator yang amat berguna dalam perawatan pasien Covid-19. Ada juga GeNose yang merupakan alat uji penapisan tahap awal dari Covid-19 yang kini mulai digunakan di lokasi-lokasi padat interaksi.

“Teknologi untuk penapisan penderita Covid seperti GeNose yang sangat murah, mudah, dan cepat. Ini sudah mulai dipasang di semua stasiun kita dan beberapa lokasi penting yang padat dan banyak interaksi,” ucapnya saat membuka rapat kerja nasional penguatan ekosistem inovasi teknologi BPPT 2021 di Istana Negara Jakarta, Senin 8 Maret 2021.

Jejaring Luas

Lebih lanjut, Jokowi menyebut bahwa BPPT harus mampu memiliki jejaring luas dan menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari manapun. Perlu diakui bahwa banyak teknologi yang dibutuhkan Indonesia saat ini belum mampu diproduksi di dalam negeri sehingga membutuhkan strategi yang tepat untuk tidak hanya membeli dan menggunakannya, tapi juga dapat mengakuisisi teknologi maju dari luar yang dapat diimplementasikan secara cepat.

“Kita harus memulai untuk tidak sekadar membeli turnkey teknologi. Ini penting sekali, sering kita hanya terima kunci, terima jadi. Akhirnya berpuluh tahun kita tidak bisa membuat teknologi itu,” katanya.

Terkait hal tersebut, Presiden Jokowi sebelumnya telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 118 tahun 2020 tentang Pengadaan Teknologi Industri Melalui Proyek Putar Kunci yang mewajibkan penyedia teknologi industri melakukan alih teknologi kepada pengusul proyek yang dalam hal ini kementerian atau lembaga pelaksana.

“Perintah ini bukan hanya untuk BPPT, tetapi kepada seluruh jajaran kabinet,” ujarnya.

Kecerdasan

BPPT, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, juga harus turut ambil bagian dalam pengembangan kecerdasan buatan dan menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia. Di era informasi saat ini, penguasaan terhadap teknologi kecerdasan buatan menjadi hal yang amat krusial untuk memenangkan persaingan.

“Saya berharap agar BPPT bisa menjadi lembaga yang extraordinary, terus menemukan cara-cara baru, cara-cara inovatif dan kreatif, serta menghasilkan karya nyata yang kontributif untuk kemajuan bangsa,” tandasnya.

 

Related posts

Industri 4.0 Bekontribusi Besar bagi PDB Indonesia pada 2024

william

MAN Engines suplai engine untuk Albach Diamant 2000

william

Basuki Hadimuljono Berharap Kementerian PUPR Makin Kuat

william